KEGIATAN BELAJAR 1: PENGERTIAN HADITS, SUNNAH, KHABAR DAN ATSAR

Tujuan Pembelajaran
1. Mampu mendefinisikan hadits secara bahasa dan istilah.
2. Mampu memberikan contoh hadits qauliyah, fi’liyah dan taqririyah.
3. Mampu menjelaskan perbedaan istilah Hadits, Sunnah, Khabar dan Atsar.

1. Pengertian Hadits

Ḥadīṡ secara bahasa berarti Al-Jadiid yang artinya adalah sesuatu yang baru. Lawannya: al-qadȋm (hal yang lama). Sedangan secara istilah, pengertian hadits adalah:

اَلْحَدِيْثُ: مَا أُضِيْفُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قَوْلٍ، أَوْ فِعْلٍ، أَوْ تَقْرِيْرٍ، أَوْ وَصْفٍ

Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam baik ucapan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat..

Dibawah ini beberapa contoh dari hadits perkataan (qauliyah), pekerjaan (fi’liyah) dan persetujuan (taqririyah) Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
a. Hadits Perkataan (Qauliyah)

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Dari 'Utsman bin 'Affan ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang paling utama di antara kalian adalah seorang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya." (HR. al-Bukhari No. 4640)

Ciri-ciri dari hadits perkataan (Qauliyah) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yaitu memiliki ungkapan awalan berupa lafazh: Qâla Rasulullah (Telah bersabda Rasulullah), ‘Ani an-Nabiyyi qâla (dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Beliau bersabda), dan Rasulullah Yaqulu (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda).

b. Hadits Perbuatan (Fi’liyah)

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ أَيْضًا وَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَكَانَ لَا يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ

Dari Salim bin 'Abdullah dari Bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat tangannya sejajar dengan pundaknya ketika memulai shalat, ketika takbir untuk rukuk dan ketika bangkit dari rukuk dengan mengucapkan: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH RABBANAA WA LAKAL HAMDU' (Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, milik Engkaulah segala pujian). Beliau tidak melakukan seperti itu ketika akan sujud." (HR. al-Bukhari No. 693)

Ciri-ciri dari hadits perbuatan (Fi’liyah) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yaitu menggunakan ungkapan awalan berupa lafazh ra’aitu (Aku melihat), anna (bahwa atau sesungguhnya).

c. Hadits Persetujuan Rasulullah (Taqririyah)

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ وَلَيْسَ مَعَهُمَا مَاءٌ فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا فَصَلَّيَا ثُمَّ وَجَدَا الْمَاءَ فِي الْوَقْتِ فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا الصَّلَاةَ وَالْوُضُوءَ وَلَمْ يُعِدْ الْآخَرُ ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لِلَّذِي لَمْ يُعِدْ أَصَبْتَ السُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْكَ صَلَاتُكَ وَقَالَ لِلَّذِي تَوَضَّأَ وَأَعَادَ لَكَ الْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ

dari Abu Sa'id Al-Khudri dia berkata; Ada dua orang mengadakan perjalanan jauh, lalu waktu shalat tiba sementara mereka tidak mempunyai air, maka keduanya bertayammum dengan menggunakan tanah yang bersih dan keduanya shalat, kemudian keduanya mendapatkan air dalam masa waktu shalat tersebut, maka salah seorang dari keduanya mengulangi shalat dengan berwudhu dan yang lainnya tidak, kemudian keduanya mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan mengisahkan perjalanan mereka, maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada yang tidak mengulang shalat: "Kamu telah melaksanakan sunnah dan shalat kamu sempurna (tidak perlu diulang) ", dan beliau bersabda kepada yang berwudhu dan mengulangi shalat: "Kamu mendapatkan pahala dua kali." (HR. Abu Dawud No. 286)

2. Pengertian Sunnah

Sunnah menurut bahasa berarti ath-Thariqath al-Mutaba’ah (jalan yang diikuti) atau as-Siirah al-Mustamarrah (Jalan yang dilakukan terus menerus). Sedangkan menurut istilah pengertian Sunnah adalah sebagai berikut:

اَلسُّنَّةُ: أقوال النبي صلى الله عليه وسلم وأفعاله وتقريراته وصفاته الخِلْقِية والخُلُقية، وسائر أخباره، سواءٌ أكان ذلك قبل البعثة أم بعدها.

Setiap perkataan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, perbuatannya, ketetapannya, sifat diri dan fisiknya dan berita tentang Nabi yang lainnya baik sebelum kenabian atau setelahnya. (Al-Mustadrak No. 172; As-Sunanul Kubra Imam al-Baihaqi, No. 114).

Dari pengertian di atas, maka antara hadits dengan Sunnah dapat dibedakan, bahwa  hadits adalah sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam setelah kenabiannya. Sedangkan sunnah adalah suatu jalan yang dipraktikkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam secara terus menerus sehingga diikuti oleh sahabat dan pengikut Beliau.

3. Pengertian Khabar

Khabar secara bahasa berarti An-Naba’ yang berarti kabar atau berita. Adapun secara istilah khabar ini semakna dengan hadits sehingga memiliki definisi yang sama dengan hadits. 
Menurut pendapat yang lain menyatakan bahwa khabar berbeda dengan hadits. Hadits disampaikan khusus oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sedangkan khabar disampaikan oleh orang selain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Adapun pendapat lainnya menyatakan bahwa khabar ini lebih umum dari pada hadits. Sehingga definisi khabar adalah sebagai berikut:

الْخَبَرُ: مَا أُضِيْفُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِلَى غَيْرِهِ

Khabar adalah segala sesuatu yang disandarkan pada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan juga disandarkan kepada selainnya.


4. Pengertian Atsar

Atsar secara bahasa berarti Baqiyyatu Asy-Syaii’ yang berarti sisa dari sesuatu, atau jejak. Adapun secara istilah, atsar adalah :

اَلْأَثَرُ هُوَ مَا أُضِيْفُ إِلَى الصَّحَابِي أَوْ التَّابِعِي

Segala sesuatu yang disandarkan pada sahabat atau tabi’in.

Dari penjelasan di atas, maka perbedaan antara hadits, Sunnah, khabar dan atsar adalah sebagai berikut:
  • Hadits : Perkataan, perbuatan dan persetujuan serta sifat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah diangkat menjadi Nabi.
  • Sunnah : Suatu jalan yang dipraktikkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam secara terus menerus.
  • Khabar : Perkataan atau perbuatan yang disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan juga pada yang lainnya.
  • Atsar : Segala sesuatu yang disandarkan kepada sahabat ata tabi’in.

Nughazi Media

Nughazi Media adalah media publikasi berbagai aplikasi ilmu pengetahuan, pendidikan dan agama dalam berbagai format digital.

Post a Comment

Peraturan berkomentar :
1. DILARANG melakukan SPAM pada KOMENTAR blog ini.
2. DILARANG memberikan komentar yang melanggar hukum Indonesia.
3. DILARANG memberikan komentar diluar pembahasan/OOT(Out of Topic).
4. DILARANG melakukan PROMOSI/IKLAN.
5. DILARANG menyebarkan informasi palsu/Hoax.

Previous Post Next Post