Film "Lion of The Desert"

Omar Al-Mukhtar dikenal oleh Italia yang menjajah Libya pada saat itu sebagai Matarai Mnifa, yaitu pemimpin perjuangan rakyat Libya Timur dibawah pimpinan Senussi. Nama lengkapnya Omar Al-Mukhtar Muhammad bin Farhat Bredan atau dikenal sebagai Singa Padang Pasir (Lion of The Desert).
Lahir di timur Cyrenaica, Al Butnan yaitu sebuah Kecamatan di daerah Zawiyat Zanzur Libya pada tanggal 20 Agustus 1858 dan sudah menjadi yatim piatu pada usia muda. Menuruti keinginan ayahnya, Omar Al-Mukhtar muda diadopsi oleh Syarif Al-Ghariani, seorang ulama terkemuka yang sekaligus menjadi teman ayahnya.
Omar menerima pendidikan di madrasah setempat dimana dia menghafal Al-Qur’an. Dia melanjutkan pendidikan agamanya di Universitas Jaghbub yang memiliki hubungan dengan Ordo Senussi Sufi dan melayani markas gerakan spiritual di oasis terpencil yang ada di Libya Timur. Setelah belajar di sana sekitar 8 tahun, Omar lulus sebagai imam dan cendekiawan serta bergabung dengan Persaudaraan Senussi dibawah kepemimpinan Syekh Muhammad Al-Mahdi Al-Senussi. Dia merupakan putra dari pendiri gerakan ini, yaitu Syekh Muhammad Ibn Ali Al-Senussi dan Ayah dari Raja Idris dari Libya (1890-1983). Omar kembali ke tempat asalnya untuk melayani masyarakat. Namun, pada 1897 dia dipanggil oleh Al-Mahdi untuk menjadi Syekh Kota Timur Zawiyat Al-Qusour sebelum nantinya melakukan perjalanan ke Sudan dan ditunjuk menjadi wakil pemimpin Senussi. Sejak inilah dia mendapat sebutan ‘Lion of The Desert’.
Pada saat usia Omar mencapai 37 tahun, dia dikirim ke Chad untuk bergabung bersama pasukan Senussi dalam melawan perlawanan penjajah Prancis. Dia diangkat menjadi Kepala Zawiyat Al-Qusour setelah kematian Al-Mahdi pada 1902. Ketika Italia menginvasi Libya pada tahun 1911, gerakan tersebut mengalihkan perlawanan di Chad ke Libya. Dibawah slogan ‘Kita Menang atau Mati!’ Omar memulai kampanye gerilya untuk melawan pasukan Italia yang rentan terhadap penyergapan di daerah gurun yang tidak dikenal. Selain itu, dia juga mendapat dukungan dari warga lokal dalam bentuk pasukan, makanan, hingga persediaan lainnya. Pasukan Italia tak bisa mengalahkan pasukan Omar secara taktis. Namun, pada akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya, pasukan Italia berhasil menangkapnya pada 16 September 1931. Dia diadili tiga hari kemudian dan dijatuhi hukuman mati dengan digantung.

Film "Lion of The Desert"
Muammar Khadafi salah satu Presiden Libya adalah orang penting dibalik lahirnya film "Lion of The Desert". Dialah yang mencetuskan ide tersebut sekaligus meminta agar kisah perjuangan Omar al-Mukhtar difilmkan. 
Khadafi meminta al-Akkad seorang sutradara kondang yang namanya terkenal setelah mengangkat sebuah film tentang riwayat Nabi Muhammad yang berjudul The Message aka Ar-Risalah (1976) untuk memproduksi film yang mengisahkan salah satu simbol perjuangan Libya, Omar al-Mukhtar, dalam melawan penjajah Italia. Al-Akkad pun mengerjakan film itu, yang syutingnya dimulai pada 4 Maret 1979. 
Asisten sutradara film tersebut adalah aktor Libya Ali Ahmed Salem, yang dikenal berkat perannya sebagai Bilal bin Rabbah dalam film The Message.
Setelah perilisannya, film ini dilarang diputar di Italia karena dinilai mendistorsi citra tentara dan pemerintah Italia.
Namun pada akhirnya, untuk pertama kalinya film tersebut diputar di Italia pada 2009, ketika televisi Italia menayangkannya pada 11 Juni 2009 di channel Italian Sky Cinema. Penayangan didahului dengan melakukan proses alih suara atau dubbing ke dalam bahasa Italia.

dikutip dari berbagai sumber
Nughazi Media

Nughazi Media adalah media publikasi berbagai aplikasi ilmu pengetahuan, pendidikan dan agama dalam berbagai format digital.

Post a Comment

Peraturan berkomentar :
1. DILARANG melakukan SPAM pada KOMENTAR blog ini.
2. DILARANG memberikan komentar yang melanggar hukum Indonesia.
3. DILARANG memberikan komentar diluar pembahasan/OOT(Out of Topic).
4. DILARANG melakukan PROMOSI/IKLAN.
5. DILARANG menyebarkan informasi palsu/Hoax.

Previous Post Next Post