Film Kisah Maryam

Nabi Zakariya sebagai kakek Bunda Maryam dan Buyut Nabi Isa dengan jelas ditunjukkan sebagai pendakwah yang arif dan bijaksana, tanpa kekerasan. Sayangnya Nabi Imran, ayah Bunda Maryam tidak ditampilkan, hanya ibunya saja, Hana yg ditampilkan saat melahirkan Sayidah Maryam.

Sebelum Maryam dilahirkan, semua umat beragama berharap Al-Masih segera hadir di dunia. Kelahiran Al-Masih memang sudah diperkirakan dan tercatat dalam kitab-kitab mereka, sebagaimana kelahiran Nabi Muhammad saw yang juga tertulis dalam kitab Injil. Hana, istri Nabi Imran begitu tahu kalau yang dilahirkan seorang perempuan, dirinya bernadzar untuk menjadikan Maryam sebagai perempuan yang hidupnya hanya untuk beribadah.

Nadzar Hana, didukung penuh oleh Nabi Zakariya dan keluarganya. Sebelum masuk kuil (tempat ibadah umat Yahudi) terbesar di Yerussalem, Maryam kecil diajari pengetahuan Agama oleh Kakeknya, Nabi Zakariya. Selama dalam pengasihannya, Maryam kecil sudah banyak hafal ajaran-ajaran Nabi Musa yang diajarkan. Bahkan, menurut sang Nabi, hafalan Maryam melebihi para pendeta Yahudi yang ada. Pun sangat fasih dalam pelafalannya.

Kuil Yerussalem yang menjadi tempat Maryam beribadah, sangat jauh dari kota asal Nabi Zakariya di Jalela. Ketika Maryam kecil sudah mulai dititipkan, ibu Hana sangat merindukannya, bahkan untuk menahan rindunya itu, dia harus menahan lapar dan dahaga, berpuasa. Maryam kecil yang halus budi pekertinya, lembut suaranya dan selalu perhatian pada sesama, sudah mulai terkenal di beberapa kota, bahkan dia dikenal pula dapat menyembuhkan orang sakit dengan doanya yang mustajab.

Demi menunaikan nazarnya, Maryam kecil dikirimkan oleh ibunya untuk tinggal di kuil. Sejak itu Maryam tidak pernah dijenguk oleh ibunya, untuk memastikan keadaan Maryam Kecil maka kakek Zakaria lah yang sering menjenguknya. Hingga suatu saat kunjungan Nabi Zakariya mendapati Maryam tangan dan badannya memar dan kesakitan. Maryam kecil tidak mengadu, dia hanya menangis. Dia hanya mengadu pada Tuhannya. Gegara sakitnya itu Nabi Zakariya usul ke para pendeta supaya Maryam dibebaskan dari jenis pekerjaan layanan di Kuil.

Sejak awal Maryam memang hanya untuk beribadah. Tetapi oleh pendeta yang ditemui Nabi Zakariya, dikatakan, semua yang ingin jadi pelayan Tuhan, harus mengerjakan sesuatu di kuil sesuai dengan pengalaman para senior sebelumnya. 

Kembali pada kehidupan Maryam untuk Tuhan di kuil sudah mulai dikenal sebagai wanita suci. Sebutan perempuan suci itu diam-diam membuat para pendeta iri hati pada satu-satunya perempuan yang hidup di kuil. Iri hati inilah yang semakin memuncak dari pendeta, bersamaan dengan suara “wahyu” yang datang ke Maryam supaya ikut shalat bersama lelaki dan para pendeta di tempat ibadah utama. Sejak saat itu, Maryam mulai dikucilkan para pendeta Yahudi. Bahkan ada seorang pendeta yang merencanakan biar Maryam dipermalukan di depan publik.

Seperti takdir yang telah dituliskan. Maryam pun mendapatkan wahyu berikutnya, bahwa dia akan mengandung seorang bayi yang akan menjadi penerang dunia dan membela orang tertindas. Saat Nabi Zakariya menjenguk Maryam, pesan melalui Wahyu itu tidak disampaikan pada kakeknya. Bagaimana mungkin dia akan hamil sementara tidak ada lelaki yang dapat menyentuhnya. Jangankan disentuh, untuk sekadar bertatapan mata saja, Maryam tidak melakukannya.

Maryam pergi dari kuil bersama kakeknya, hanya saja, pada saat kembali ke rumah Nabi Zakariya, Maryam memutuskan untuk tidak menambah beban keluarga kakeknya. Maryam menjauh dari keramaian selama berbulan-bulan. Saat Maryam di pengasingan, terdapat beberapa ilmuwan astronomi yang beragama tauhid menghadap Raja Judea terkait dengan hasil risetnya bahwa akan lahir seorang bayi yang telah lama dinanti-nantikan umat manusia sebagai sang juru selamat.

Wahyu berikutnya turun kepada Maryam bersamaan kelahiran Almasih. Berbagai mukjizat diperlihatkan dalam film itu, termasuk keluarnya air kehidupan yang ada di sekitar kelahiran Isa Almasih di atas gurun dan gunung. Saat wahyu turun itu ada perintah, supaya Maryam dan bayinya kembali ke kota Yerussalem. Maryampun bertanya bagaimana mungkin dapat saya lakukan hal itu? Maryam cukup diam, berpuasa kata-kata dan isyaratkan supaya bertanya kepada sang bayi. Biarlah sang bayi Almasih saja yang menjawab semua pertanyaan umat.

Setelah Maryam suci dan Al-Masih tiba di tengah kota, para pendeta dan masyarakat sudah kumpul dengan segala umpatannya, seperti skenario awal, seorang pendeta bertanya kepada sang bayi. Lalu bayi menjawab dengan jelas dan tegas, bahwa dirinya adalah Almasih, Isa putra Maryam. Dia dilahirkan untuk menjalankan ajaran Tuhan dan membawakan Alkitab. Saat itulah semua pendeta dan orang yang sejak awal memusuhi Maryam mendapatkan balasannya. Sebaliknya mereka yang menantikan Al-Masih, termasuk Nabi Zakariya bergembira dengan jawaban sang bayi yang telah dinantikannya.

Sekilas Film Kisah Maryam di Nughazi Media Channel

Pada akhir Oktober 2022 setelah diedit beberapa minggu akhirnya film yang mengisahkan pejuangan Nabi Zakaria beserta Maryam dapat dirilis dengan durasi waktu 3 jam 25 menit. Pada mulanya film ini merupakan film serial yang berdurasi sekitar 10 jam dibagi dalam 11 episode.

Bagi sobat Nughazi yang penasaran dengan filmnya serialnya telah banyak beredar di channel Youtube bahkan sudah diberi subtitle bahasa Indonesia, adapun bagi yang tidak suka berlama-lama dengan episode demi episode, sobat Nughazi dapat menyaksikan versi lengkap dengan durasi 3 jam 25 menit bisa disaksikan di Nughazi Media Channel atau ditonton pada video diatas.


Nughazi Media

Nughazi Media adalah media publikasi berbagai aplikasi ilmu pengetahuan, pendidikan dan agama dalam berbagai format digital.

Post a Comment

Peraturan berkomentar :
1. DILARANG melakukan SPAM pada KOMENTAR blog ini.
2. DILARANG memberikan komentar yang melanggar hukum Indonesia.
3. DILARANG memberikan komentar diluar pembahasan/OOT(Out of Topic).
4. DILARANG melakukan PROMOSI/IKLAN.
5. DILARANG menyebarkan informasi palsu/Hoax.

Previous Post Next Post