Sejarah Ringkas Perkembangan Ilmu Hadits


Yang pertama kali berbicara tentang ilmu hadits adalah imam Asy Syafii (204H) dalam kitab beliau yang mengagumkan yaitu Ar Risalah. Lalu imam Ali bin Al Madini (234H) guru dari imam Bukhari.  Lalu imam Muslim (261H) dalam muqodimah shahihnya. 
Lalu diikuti oleh para ulama setelahnya:

Al Qadli Abu Muhammad Ar Romahurmuzi (360H) menulis kitab: Al Muhadditsul Fashil. Namun belum mencakup semua ilmu hadits.

Al Hakim Abu Abdillah An Naisaburiy (405H) menulis kitab ma'rifatu ulumil hadits. Namun tidak berurutan.

Abu Nuaim Al Ashbahani Ahmad bin Abdillah (430H) menulis mustakhroj untuk kitab Al Hakim tersebut.

Al Khothib Al Baghdadi Ahmad bin Ali (463H) menulis kitab Al Kifayah fii ilmi riwayah. Sebuah kitab yang mengagumkan dan menjadi rujukan para ulama setelahnya.

Kemudian datang Abu Amru ibnu Sholah (643H) memiliki kitab yang paling lengkap dalam ilmu hadits yang dikenal dengan nama muqoddimah ibnu Sholah. Kitab ini menjadi rujukan para ulama setelahnya. Bahkan kitab kitab hadits setelahnya tak lepas dari syarah, atau ringkasan, atau menjadikannya berbentuk sya'ir.

Diantara kitab yang meringkasnya adalah kitab nukhbatul fikar dan syarahnya Nuzhatunadzor yang keduanya ditulis oleh imam Al Hafidz ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah.

Diantara yang membentuknya berupa sya'ir adalah alfiyah al iroqi yang kemudian disyarah oleh As Sakhowi dalam kitab fathul mughits dan alfiyah assuyuthi. 

Imam As Suyuthi juga menulis buku tentang ilmu hadits yang amat lengkap yang berjudul tadriiburrowi.

#belajarilmuhadits
Nughazi Media

Nughazi Media adalah media publikasi berbagai aplikasi ilmu pengetahuan, pendidikan dan agama dalam berbagai format digital.

Post a Comment

Peraturan berkomentar :
1. DILARANG melakukan SPAM pada KOMENTAR blog ini.
2. DILARANG memberikan komentar yang melanggar hukum Indonesia.
3. DILARANG memberikan komentar diluar pembahasan/OOT(Out of Topic).
4. DILARANG melakukan PROMOSI/IKLAN.
5. DILARANG menyebarkan informasi palsu/Hoax.

Previous Post Next Post