AL-FARUQ: Amirul Mukminin pembeda antara haq dan bathil


Jika disebutkan Amirul Mukminin maka dialah Umar ibn Al-Khaththab, Ia lebih memilih disebut Amirul Mukminin, pemimpin orang-orang beriman daripada sebutan khalifah. Ia menjadi khalifah kedua setelah Abu Bakar Radliyallahu 'Anhu, memimpin dari 634-644 M atau 13-23 H, lahir pada 574 M. Nama lengkapnya Umar ibn Al-Khtahthab bin Naufal bin Abdul Uzza. Ia adalah putra dari Khaththab bin Naufal dan Khantamah binti Hisyam. Kedua orangtuanya berasal dari suku Ady, suku yang terpandang di kalangan orang-orang Quraisy. Leluhurnya adalah pejabat duta besar dan pedagang. Ia kerap ikut orangtuanya berdagang ke luar negeri. 

Ketika menginjak dewasa, Umar sering mengikuti lomba pacuan kuda. Keberaniannya membuat ia dijuluki Singa Padang Pasir. Karena kecerdikannya berdiplomasi seperti moyangnya, ia juga mendapat julukan Abu Faiz. Umar masuk Islam di usia 27 tahun. Sebelumnya, ia memusuhi Nabi dan para pengikutnya. Ia bahkan tega menyiksa anggota suku Ady yang ketahuan memeluk Islam seperti Labibah dan Zinnirah. Ia bahkan menyiksa adiknya Fatimah yang masuk Islam. Namun keteguhan Fatimah mempertahankan agamanya membuat Umar luluh. Umar pun tergerak untuk membaca ayat Allah dan menemui Nabi. Setelah bertemu Nabi, Umar meninggalkan kebenciannya terhadap Islam dan masuk Islam. 

Gelar Al-Faruq
Suatu ketika Umar berdiri di hadapan Rasulullah seraya berkata, “Wahai Rasulullah, bukankah kita berada di jalan yang benar, apabila kita mati ataupun hidup?”

Rasulullah menjawab, “Benar, demi Zat Yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya kalian berada di jalan yang benar apabila kalian mati ataupun hidup.”

Umar lalu berkata, “Kalau begitu kenapa kita harus bersembunyi? Demi Zat yang telah mengutusmu dengan kebenaran Islam, kita harus keluar!”

Saat itu Rasulullah tampaknya telah berpikir bahwa sudah saatnya untuk mengumumkan Islam secara terang-terangan. Di samping dakwahnya mulai kuat dan mampu membela dirinya, beliau memerintahkan untuk mengumumkan Islam. Rasulullah kemudian keluar dalam dua barisan. Barisan pertama dipimpin oleh ‘Umar, sementara barisan lainnya dipimpin oleh Hamzah bin Abdul Muthalib.

Derap langkah kaki mereka menerbangkan pasir jalanan yang mereka lalui, sampai akhirnya mereka masuk ke Masjid Al-Haram. Ketika melihat kedua barisan yang dipimpin oleh Hamzah dan ‘Umar, kaum kafir Quraisy tampak muram wajahnya dan merasa gundah. Sejak itulah Rasulullah SAW memberi gelar Al-Faruq kepada Umar yang artinya sang pembela antara haq dan bathil.

Prof Dr Ali Muhammad Ash Shalabi dalam Biografi Umar bin Khattab menjelaskan bahwa Umar mendapat gelar al faruq yang artinya pembeda karena ia menunjukkan keislaman di Makkah. Dengan Islam itu, Umar mampu membedakan antara kafir dan iman.

Dr Mushtafa Murad dalam Kisah Hidup Umar bin Khattab menjelaskan bahwa Rasulullah memberikan gelar al faruq karena Umar bin Khattab mampu membedakan yang benar dan yang batil.

“Allah telah menempatkan kebenaran di lisan dan hati Umar,” sabda Rasulullah dalam riwayat Ahmad, “Dialah al faruq yang memisahkan yang haq dan yang batil.”

Sumber:
1. 150 Kisah Umar bin al-Khaththab
2. bersamadakwah.net
3. sumber lainnya
Nughazi Media

Nughazi Media adalah media publikasi berbagai aplikasi ilmu pengetahuan, pendidikan dan agama dalam berbagai format digital.

Post a Comment

Peraturan berkomentar :
1. DILARANG melakukan SPAM pada KOMENTAR blog ini.
2. DILARANG memberikan komentar yang melanggar hukum Indonesia.
3. DILARANG memberikan komentar diluar pembahasan/OOT(Out of Topic).
4. DILARANG melakukan PROMOSI/IKLAN.
5. DILARANG menyebarkan informasi palsu/Hoax.

Previous Post Next Post