Al-Adab al-Mufrad: Bakti kepada Ayah



3. BAKTI KEPADA AYAH
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا وُهَيْبُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ شُبْرُمَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا زُرْعَةَ، عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، قَالَ: قِيْلَ: “يَا رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ: أُمَّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمَّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمَّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أَبَاكَ”
5. Sulaimān bin Ḥarb menyampaikan kepada kami dengan mengatakan: Wuhaib bin Khālid menyampaikan kepada kami, dari Ibnu Syubrumah: Aku Mendengar Abū Zur‘ah, dari Abū Hurairah, bahwa dia berkata: Ada yang bertanya:“Wahai Rasūlullāh sallallāhu ‘alaihi wasallam! Kepada siapa aku berbakti?” Beliau menjawab: “Ibumu”. Aku bertanya: “Kepada siapa aku berbakti?” Beliau menjawab: “Ibumu” Aku bertanya: “Kepada siapa aku berbakti?” Beliau menjawab: “Ibumu”. Aku bertanya: “Kepada siapa aku berbakti?” Beliau menjawab: “Ayahmu.”[7][8]

Kandungan Hadits
  • Wasiat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam agar berbakti kepada Ibu, dan Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Hal ini karena kelemahan fisik dan derita yangt telah ia tanggung pada saat hamil, melahirkan dan menyusui.
  • berbakti kepada ibu lebih didahulukan daripada kepada ayah sebanyak tiga kali lipat.
  • Ayah dan ibu merupakan orang yang lebih berhak mendapatkan kebaikan dari anaknya daripada kerabat lainnya.

حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ، قَال: أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُوْ زُرْعَةَ، عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ: “أَتَى رَجُلٌ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: مَا تَأْمُرُنِي؟ فَقَالَ: بِرَّ أُمَّكَ، ثُمَّ عَادَ، فَقَالَ: بِرَّ أُمَّكَ، ثُمَّ عَادَ، فَقَالَ: بِرَّ أُمَّكَ، ثُمَّ عَادَ الرَّابِعَةَ، فَقَالَ: بِرَّ أَبَاكَ”
6. Bisyr bin Muḥammad menyampaikan kepada kami dengan mengatakan: ‘Abdullāh memberitakan kepada kami dengan mengatakan, Yaḥyā bin Ayyūb memberitakkan kepada kami, dia mengatakan: Abū Zur‘ah menyampaikan kepada kami dari Abū Hurairah, dia berkata: “Seseorang datang kepada Nabiyullāh lantas berkata: Apa yang engkau perintahkan kepadaku? Beliau menjawab: “Berbaktilah kepada ibumu!”, Kemudian orang itu bertanya lagi. Beliau menjawab: “Berbaktilah kepada ibumu!”, Kemudian orang itu bertanya lagi. Beliau menjawab: “Berbaktilah kepada ibumu!”, Kemudian orang itu bertanya lagi untuk yang keempat kalinya. Beliau pun menjawab: “Berbaktilah kepada ayahmu!”.[9]

Penjelasan Kosakata Hadits
1. Abaaka: posisi I'rab manshub dengan fiil yang dihilangkan. Maksudnya, berbaktilah kepada ayahmu.

Kandungan Hadits
  • Lihat penjelasan hadits nomor 5

[7] Tambahan dalam (ب): “Ibumu.” Dia bertanya: Kemudian siapa? Beliau menjawab: (ت).
[8] Shaḥīḥ. Al-Irwā’ 837, Adh-Dha‘īfahtercantum dalam hadits nomor 4992, (Al-Bukhārī: 78 Kitāb-ul-Adab (Kitab Adab), 2. Bābu Man Aḥaqqun-Nāsi Biḥusn-ish-Shaḥābah (Bab orang yang paling berhak untuk diperlakukan dengan baik), Muslim: 45- Kitāb-ul Birri wash-Shilati wal-Adab (Kitab berbakti dan silaturahmi serta adab, hadits nomor 1, 2, 3).
[8] Shaḥīḥ. Lihat hadits sebelumnya
Nughazi Media

Nughazi Media adalah media publikasi berbagai aplikasi ilmu pengetahuan, pendidikan dan agama dalam berbagai format digital.

Post a Comment

Peraturan berkomentar :
1. DILARANG melakukan SPAM pada KOMENTAR blog ini.
2. DILARANG memberikan komentar yang melanggar hukum Indonesia.
3. DILARANG memberikan komentar diluar pembahasan/OOT(Out of Topic).
4. DILARANG melakukan PROMOSI/IKLAN.
5. DILARANG menyebarkan informasi palsu/Hoax.

Previous Post Next Post