Rufaidah al-Anshariyah : Perawat Muslimah Kepercayaan Rasulullah S.A.W.

https://www.tribunnewswiki.com/2021/08/03/rufaidah-al-aslamiyah

Rufaidah al-Anshariyah (Al-Aslamiyah) termasuk perempuan berpengaruh di masa Rasulullah. Ia memeluk Islam dan berbaiat kepada Nabi setelah berhijrah ke kota Madinah. 

Rufaidah pernah terlibat dalam dua peperangan, yaitu Perang Khandaq dan Perang Khaibar sebagai relawan medis. 

Rufaidah dikenal sebagai perempuan cerdas yang gemar membaca dan mencatat Alquran. Beliau berasal dari keluarga terpandang yang kaya raya. Semenjak masuk Islam, harta kekayaannya banyak didermakan untuk membantu perjuangan Rasulullah. 

Rufaidah lahir di Madinah pada 570 M. Ia dikenal pandai membaca, menulis, serta kaya raya. Ia termasuk kaum Anshar, golongan pertama penganut Islam di Madinah. Perempuan yang meninggal dalam usia 62 tahun ini mempelajari ilmu keperawatan saat membantu sang ayah yang seorang dokter. Dari ayahnya ini, ia mendapatkan banyak ilmu mengenai keperawatan. Pengabdian Rufaidah sangat besar. Ia ikut membantu saat terjadi Perang Badar, Uhud, Khaibar, dan Khandaq. 

Dengan keahlian yang dimiliki, membuat ia merasa terpanggil sebagai sukarelawan bagi korban luka perang dan diizinkan oleh Nabi untuk membantu. Rufaidah mendirikan rumah sakit lapangan untuk membantu para mujahid yang terluka saat berperang. Bahkan, Rasulullah SAW memberikan instruksi kepada para prajurit yang terluka agar dirawat oleh Rufaidah saja. 

Ia pun melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat dan membantunya merawat para prajurit perang. Ia hidup pada abad pertama Hijriyah. Muslimah ini digambarkan sebagai sosok perawat teladan, baik, dan bersifat empati. Ia seorang pemimpin, organisatoris, juga mampu mengerahkan dan memotivasi orang lain. Ia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinis semata, tapi juga melaksanakan peran komunitas. Ia tak segan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. 

Sosoknya kini dianggap sebagai perawat kesehatan masyarakat dan pekerja sosial yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam. Selain itu, ia dikenal sebagai pelopor adanya pembagian waktu kerja atau shift yang berlaku di rumah sakit atau puskesmas saat ini. Ini terjadi awalnya ketika perang terjadi agar para korban dapat ditangani dengan baik dan tuntas, Rufaidah membagi jadwal para perawat yang ditunjuk untuk membantunya menjadi dua shift, yaitu shift malam dan shift siang. 

Di antara para korban yang dirawat Rufaidah hingga sembuh adalah Sa'ad bin Mu'adz. Ia terluka dan tertancap panah di tangannya saat Perang Khandak. Rasulullah pun menyuruh orang-orang untuk membawanya ke Rufaidah. Di tenda Rufaidah itu, kesembuhan Sa'ad dipantau setiap pagi dan sore. Atas jasanya itu, Rasulullah memberinya bagian ganimah sama seperti bagian laki-laki, meskipun keterlibatannya dalam peperangan hanya sebagai perawat. 

Konstribusi Rufaidah merambah sebagai aktivis sosial. Dia selalu terdepan dalam melakukan pembelaan kepada kaum miskin, anak yatim, atau penderita cacat mental. Dia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan. Ia juga memberikan perawatan bagi orang dengan gangguan jiwa. Rufaidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati tinggi.
Nughazi Media

Nughazi Media adalah media publikasi berbagai aplikasi ilmu pengetahuan, pendidikan dan agama dalam berbagai format digital.

Post a Comment

Peraturan berkomentar :
1. DILARANG melakukan SPAM pada KOMENTAR blog ini.
2. DILARANG memberikan komentar yang melanggar hukum Indonesia.
3. DILARANG memberikan komentar diluar pembahasan/OOT(Out of Topic).
4. DILARANG melakukan PROMOSI/IKLAN.
5. DILARANG menyebarkan informasi palsu/Hoax.

Previous Post Next Post