AMALAN AMALAN YANG MENDATANGKAN CINTA ALLAH

1. Membaca Al Quran

 إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ 
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Alquran) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Mahapengampun, Maha pensyukur." (QS Fathir: 29-30). 

2. Mengikuti Nabi sw. dalam Perbuatan, Ucapan dan Akhlaknya 
Dalam ayat-Nya, Allah berfirman:
 قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ [آل عمران: 31] 
"Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Ali Imran [3]: 31). 

3. Zuhud Terhadap Dunia

 عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي اللَّهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّوكَ سنن ابن ماجه: ٤٠٩٢ 

Dari Sahal bin Sa'ad ra., ia berkata: "Seorang lelaki menemui Rasulullah saw. seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, beritahukanlah aku akan suatu amal yang bila kulakukan, Allah dan manusia akan mencintaiku.' Nabi saw. menjawab: 'Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya mereka akan mencintaimu." (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim). 

Hal-Hal Yang Bisa Menumbuhkan Zuhud 

Ada tiga hal yang bisa membantu tumbuhnya sikap zuhud ini, yaitu: Pertama, kesadaran hamba bahwa dunia hanyalah naungan sementara, sekedar angan yang datang bertamu, persis seperti apa yang difirmankan Allah:

 اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ [الحديد: 20] 

"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara hamu, serta berbangga¬banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya menakjubhan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur" (al-Hadid [57]: 20).

Rasulullah saw. bersabda:

 إِنَّ مَطْعَمَ ابْنَ آدَمَ ضُرِبَتْ لِلدُّنْيَا مَثَلاً فَانْظٌرْ مَا يَخْرُجُ مِنْبْنِ آدَمَ وَإِنْ فَزَّحَهُ وَمَلَّحَهُ قَدْ عَلَمَ إِلَى مَا يَصِيْرُ 

“Sesungguhnya makanan anak Adam telah dijadikan sebagai perumpamaan tentang dunia. Lihatlah apa yang keluar dari perut anak Adam, sekali pun ia memasaknya dengan lezat tetapi sudah diketahui ke mana akhirnya.". (HR. Ibnu Hibban dan Ath-Thabrani dari Ubay bin Ka'ab) 

Dari Ibnu Mas'ud ra.; ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:

 إِنَّ اللهُ تَعَالَى جَعَلَ الدُّنْيَا كُلَّهَا قَلِيْلاً وَمَا بَقِيَ مِنْهَا إِلاَّ قَلِيْلاً وَمَثَلُ مَا بَقِيَ مِنَ الدُّنْيَا كَالثَّغَبِ – يَعْنِى الْغَدِيْرَ – شَرِبَ صَفْوَهُ وَبَقِيَ كِدْرَهُ 

"Sesungguhnya Allah telah menjadikan dunia seluruhnya tak berharga. Yang tersisa hanya sedikit dari yang sedikit itu. Sisa dari dunia itu bagai got yang diambil jernihnya dan sisa yang tertinggal hanyalah kotoran.(HR. Al-Hakim). 

Dari Abu Hurairah ra.; ia berkata, "Kudengar Rasulullah saw. bersabda:

 اَلدُّنْيَا مَلْعُوْنَةٌ مَلْعُوْنٌ مَا فِيْهَا إِلاَّ ذِكْرُ اللهِ وَمَا وَالاَهُ وَعَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا 

"Dunia dan apa yang ada di dalamnya terlaknat, kecuali dzikir pada Allah dan penopangnya, orang berilmu atau penuntut ilmu". (HR. At-Tirmidizi).
Nughazi Media

Nughazi Media adalah media publikasi berbagai aplikasi ilmu pengetahuan, pendidikan dan agama dalam berbagai format digital.

Post a Comment

Peraturan berkomentar :
1. DILARANG melakukan SPAM pada KOMENTAR blog ini.
2. DILARANG memberikan komentar yang melanggar hukum Indonesia.
3. DILARANG memberikan komentar diluar pembahasan/OOT(Out of Topic).
4. DILARANG melakukan PROMOSI/IKLAN.
5. DILARANG menyebarkan informasi palsu/Hoax.

Previous Post Next Post