Adab Majlis: Tidak Mengusir Orang Yang Sedang Duduk

 وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “لاَ يُقِيْمُ الرَّجُلُ الرَّجُلَ مِنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ يَجْلِسُ فِيْهِ، وَلَكِنْ تَفَسَّحُوْا وَتَوَسَّعُوْا.” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallāhu Ta’ālā ‘anhumā beliau berkata: Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: Janganlah seseorang memberdirikan saudaranya dari tempat duduknya kemudian dia gantikan posisi tempat duduk saudaranya tersebut, akan tetapi hendaknya mereka melapangkan dan merenggangkan.” (Muttafaqun ‘alaih)

Hadits di atas dikeluarkan oleh Al-Bukhari : 6268 dan Muslim : 28. Dan lafadz tersebut di atas menurut lafadznya Imam Muslim.

Derajat Hadits: Shahih

Biografi Singkat Perawi Hadits

Abdullah bin Umar bin Khattab atau dikenal juga dengan Ibnu Umar adalah seorang sahabat Nabi dan merupakan periwayat hadits yang terkenal. Abdullah adalah putra khalifah ke dua Umar bin al-Khaththab Khulafaur Rasyidin yang kedua saudara kandung Sayiyidah Hafshah Ummul Mukminin.

Ibnu Umar dilahirkan tidak lama setelah Nabi diutus, Umurnya 10 tahun ketika ikut masuk Islam bersama ayahnya. Ibnu Umar masuk Islam bersama ayahnya saat ia masih kecil, dan ikut hijrah ke Madinah bersama ayahnya.

Pada usia 13 tahun ia ingin menyertai ayahnya dalam Perang Badar, namun Rasulullah menolaknya. Perang pertama yang diikutinya adalah Perang Khandaq. Ia ikut berperang bersama Ja'far bin Abu Thalib dalam Perang Mu'tah, dan turut pula dalam pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah). Setelah Nabi Muhammad meninggal, ia ikut dalam perang Qadisiyah, Yarmuk, Penaklukan Afrika, Mesir dan Persia, serta penyerbuan basrah dan Madain.

Ibnu Umar adalah seorang yang meriwayatkan hadist terbanyak kedua setelah Abu Hurairah, yaitu sebanyak 2.630 hadits, karena ia selalu mengikuti kemana Rasulullah pergi. Bahkan Aisyah istri Rasulullah pernah memujinya dan berkata :"Tak seorang pun mengikuti jejak langkah Rasulullah di tempat-tempat pemberhentiannya, seperti yang telah dilakukan Ibnu Umar". Ia bersikap sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadist Nabi. Demikian pula dalam mengeluarkan fatwa, ia senantiasa mengikuti tradisi dan sunnah Rasulullah, karenanya ia tidak mau melakukan ijtihad. Biasanya ia memberi fatwa pada musim haji, atau pada kesempatan lainnya. Di antara para Tabi'in, yang paling banyak meriwayatkan darinya ialah Salim dan hamba sahayanya, Nafi'.

Ia hidup sampai 60 tahun (Ia wafat pada tahun 73 H) setelah wafatnya Rasulullah. Ia kehilangan pengelihatannya pada masa tuanya. Ia wafat dalam usia lebih dari 80 tahun, dan merupakan salah satu sahabat yang paling akhir yang meninggal di kota Makkah.

Penjelasan Hadits 

1. Siapa yang lebih dahulu menempati suatu tempat yang mubah, maka dia orang yang paling berhak terhadap tempat tersebut dan dilarang bagi orang lain untuk membangunkannya/menyuruh pindah dari tempat tersebut.

وأماان كان ثبت لاحدهما حق التقدم في الصف، فليس لاحد ان يدفعه عنه، ولو كان افضل منه

Imam Ibnu Rajab Al-Hambali-rohimahullah- ( wafat : 795 H ) berkata : “Adapun jika telah tetap hak lebih awal di dalam shoff ( barisan sholat ) terhadap salah satu dari keduanya, maka tidak boleh bagi seorangpun untuk menolaknya dari tempat itu walaupun dia lebih utama darinya”. [Fathul Bari : 5/288].

2. Jika orang yang sedang duduk untuk sementara waktu pergi dari tempat tersebut untuk suatu keperluan, kemudian dia kembali, maka dia orang yang paling berhak terhadap tempat itu.

مَنْ قَامَ مِنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ رَجَعَ إلَيْهِ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ

“Barang siapa yang pergi dari tempa duduknya, kemudian dia kembali lagi kepadanya, maka dia orang yang paling berhak terhadapnya”. [HR. Muslim : 31 dari sahabat Abu Huroiroh-rodhiallohu ‘anhu-].

3. Jika terdapat kemashlahatan untuk memindahkan seseorang dari tempatnya atau untuk menolak kemudhorotan, maka diperbolehkan.

فأن كان السابق إلى الصف غلأمالم يبلغ الحلم جاز تأخيره

Imam Ibnu Rajab Al-Hambali-rohimahullah- berkata : “Maka jika yang lebih dahulu duduk di shoff seorang anak yang belum baligh, maka boleh untuk diakhirkan tempat duduknya”. [Fathul Bari : 5/288].

4. Cara yang paling baik dalam masalah ini adalah dengan cara kita meminta kepada orang lain yang telah mendahului ke suatu tempat untuk saling memberi kelonggaran dan melapangkan tempat. 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. [QS. Al-Mujadilah : 11].

5. Jika yang memiliki hak tempat itu dengan suka rela memberikannya kepada orang lain, maka hal ini boleh. 

وَأَمَّا إذَا قَامَ الْقَاعِدُ مِنْ مَحَلِّهِ لِغَيْرِهِ فَظَاهِرُ الْحَدِيثِ جَوَازُهُ

“Dan adapun apabila seorang yang duduk ( lebih dulu ) itu pindah dari tempat duduknya untuk diberikan tempat itu kepada orang lain, maka ini boleh berdasarkan dzohir hadits di atas”. [Subulus Salam : 7/26].

Nughazi Media

Nughazi Media adalah media publikasi berbagai aplikasi ilmu pengetahuan, pendidikan dan agama dalam berbagai format digital.

Post a Comment

Peraturan berkomentar :
1. DILARANG melakukan SPAM pada KOMENTAR blog ini.
2. DILARANG memberikan komentar yang melanggar hukum Indonesia.
3. DILARANG memberikan komentar diluar pembahasan/OOT(Out of Topic).
4. DILARANG melakukan PROMOSI/IKLAN.
5. DILARANG menyebarkan informasi palsu/Hoax.

Previous Post Next Post